Apa itu Christmas Vampire dan enam serangannya terhadap produktivitas bisnis Anda? Bagaimana cara mengalahkannya sehingga 2018 menjadi tahun penuh sukses untuk Anda?

Coach Danny dan Ide-Bisnis.com mengupasnya dalam video singkat ini. Selamat menyaksikan!

Klik more untuk membaca artikelnya.

The Christmas Vampire: Mengapa Resolusi Tahun Baru Gagal

Welcome December! Tak disangka 2017 cepat sekali berlalu, dan sekarang sudah bulan Desember. Beberapa dari Anda siap mengakhiri 2017 dengan senyuman, melihat betapa produktifnya Anda sepanjang tahun dan bagaimana goal-goal Anda menjadi kenyataan dengan kerja keras dan semangat kerja.

Akan tetapi, beberapa dari Anda ada juga yang sedang bingung: kemana waktu Anda terbuang, dan menyadari betapa sedikitnya resolusi awal tahun Anda di Januari silam yang menjadi kenyataan. Anda seakan ingin bisa memutar waktu kembali dan melakukan hal-hal dengan cara yang berbeda.

Productivity Vampire

Bila Anda berkata dalam hati: “Coach, saya sepertinya golongan kedua itu deh… tahun 2017 ini saya jauh dari produktif” – kemungkinan Anda disedot energinya oleh apa yang saya sebut sebagai productivity vampire.

Sebelum Anda salah paham dan menganggap saya alih profesi menjadi dukun atau paranormal, izinkan saya menjelaskan apa yang saya maksud dengan productivity vampire.

Vampir, dalam film maupun cerita, digambarkan sebagai makhluk penghisap darah; sementara, darah adalah energi yang memberikan kehidupan bagi manusia.

Dengan kata lain, bila productivity vampire menghisap energi Anda, akhirnya Anda hanya lemas sepanjang tahun karena kesibukan yang tidak terarah dan akhirnya gagal produktif.

How Does Productivity Vampire Attack Us?

Tidak seperti vampir-vampir di cerita-cerita fiksi, productivity vampire tidak bisa dilawan dengan bawang putih atau kayu tajam yang menusuk jantungnya. Productivity vampire tidak bisa dilihat tapi Anda dan saya bisa mengenali bagaimana ia menyerang kita dalam bisnis dan kepemimpinan.

Saya merangkum enam serangan yang umumnya terjadi.

Pertama, meeting yang tanpa tujuan.

Meeting tanpa tujuan bukanlah sebuah barang langka dalam bisnis dan korporasi. Banyak sekali meeting yang gagal menghasilkan sesuatu yang worth executing dan hanya sekedar membuang waktu serta energi. Penyebabnya bisa macam-macam, mulai dari terlalu banyak basa-basi sampai ke fakta/data yang disembunyikan. Yang pasti, bila Anda tidak bisa melengkapi kalimat ini setiap meeting – maka Anda sedang membiarkan energi Anda dihisap oleh productivity vampire: “Sebagai hasil dari meeting ini, kita akan mencapai _______________________ pada __________________”.

Kedua, pemimpin yang sibuk membereskan pekerjaan karyawannya.

Ouch! Ada beberapa dari Anda mulai tersenyum simpul, menyadari bagaimana Anda sering melakukannya. Mungkin demi (citra) perusahaan, alasan Anda. Akan tetapi membereskan pekerjaan karyawan yang salah bukanlah cara produktif dalam menggunakan waktu Anda sebagai pemilik atau pemimpin perusahaan. Cobalah melawan keinginan untuk campur tangan dan memperbaiki kesalahan karyawan, agar kesalahan tersebut bisa menjadi pengalaman belajar yang membuat karyawan Anda bertumbuh dan berkembang.

Ketiga, mempertahankan karyawan yang tidak perform terlalu lama.

Dari point kedua tadi, Anda mungkin sudah mau komplain: “Coach, gimana kalau karyawan saya gak kapok-kapok? Kalau saya gak campur tangan, bisa rugi dong perusahaan saya kalau dia salah melulu”. Nah, ini productivity vampire ketiga: owner atau leader yang betah mempertahankan karyawan yang tidak perform terlalu lama karena kita tidak bersemangat (bila tidak boleh disebut “malas”) merekrut yang baru.

Saya pernah melakukan survei kepada sekelompok pengusaha terkait berapa lama mereka akan mempertahankan karyawan yang tidak perform. Umumnya menjawab 3-6 bulan, yang kemudian dilanjutkan dengan jawaban yang lebih jujur: “tapi prakteknya sih kita masih kasih kesempatan terus, soalnya susah cari orang zaman now”. Mempertahankan karyawan yang tidak perform terlalu lama akan menyita waktu dan membuat frustrasi tiga pihak: karyawan tersebut, Anda dan tim Anda.

Keempat, sungkan pada orang lain.

Mungkin Anda tidak mau mengecewakan orang lain, atau mau dianggap sebagai “orang baik” – tapi tidaklah mungkin Anda membuat semua orang senang. Bahkan saya mau mengatakan – dengan banyak sungkan pada orang lain, dan menjawab “ya” pada semua orang yang meminta bantuan Anda menggambarkan hal ini: Anda tidak serius dengan bisnis dan kehidupan Anda.

Kelima, gossip dan penyakit “kepo”.

Gossip menjangkiti manusia di mana pun, baik di dunia kerja maupun dunia pribadi. Dan umumnya gossip terjadi karena kita terjangkit penyakit “kepo” – yang penasaran dengan urusan lain selain urusan penting dirinya sendiri.

Jangan salah mengerti, business leaders – Anda dan saya tidak imun dari gigitan productivity vampire yang ini. Coba cek berapa lama waktu yang terbuang saat kita bergossip tentang: atasan kita yang galak, customer kita yang menyebalkan, manager lain yang tidak becus bekerja, sampai ke politikus yang tidak kita sukai.

Keenam, menunda pekerjaan yang sulit.

Kita semua memiliki pekerjaan yang tidak terlalu kita sukai atau terlalu sulit karena belum punya pengalaman melakukannya. Bila Anda seperti kebanyakan orang (yang akhirnya menyesali resolusi awal tahun mereka setiap akhir tahun), maka Anda akan menunda pekerjaan itu.

Faktanya adalah ini: menunda tidak berarti pekerjaan itu lantas lenyap; bisa jadi pekerjaan itu malah semakin sukar. Cobalah mulai melakukannya atau meminta seseorang membantu Anda melakukannya.

Catatan penting: productivity vampire memiliki mitra yang bernama “gengsi”. Bila Anda suka menunda pekerjaan sulit dan gengsi meminta bantuan orang lain, bukan hanya energi Anda yang dihisap habis – masa depan Anda juga

Christmas Brings Hope

Yang saya suka dengan Natal adalah kesempatan untuk kita mempersiapkan resolusi yang lebih baik dan kuat untuk tahun berikutnya.

Jadi ada kabar baik untuk Anda dan saya yang merasa tahun 2017 ini terlalu cepat berlalu tanpa kita menghasilkan banyak dalam bisnis dan karir. Ada harapan baru untuk kita yang selama ini terhipnotis oleh productivity vampire dan mengizinkan ratusan hari sia-sia dengan kesibukan tanpa hasil yang signifikan.

Ini cara merangkul kabar baik dan harapan itu untuk Anda. Berkaca dengan enam cara productivity vampire menyerang Anda di 2017 dan ingatan Anda tentang apa yang Anda lakukan sepanjang tahun ini, tuliskan tiga nasehat yang akan Anda berikan pada diri Anda sendiri – bila Tuhan mengizinkan Anda mengulangi waktu ke 01 Januari 2017:

Contoh:

Saya harus puasa sosial media dan mengurangi ngobrol dengan si A dan B supaya tidak terbuang waktu untuk bergossip.

1.

2

3

Nasehat Anda itu bisa Anda adaptasikan untuk membantu Anda lebih cerdas dalam melawan productivity vampire di 2018. Kecuali tentunya, kalau Anda mengizinkan productivity vampire itu menjadi Christmas Vampire yang menghentikan Anda jujur pada diri sendiri.

Tebakan saya? Anda pasti bisa mengalahkan productivity vampire dan membuat 2018 your best year ever!

Merry Christmas and Happy New Year.

Danny,
Your Coach

Artikel ini ditulis oleh Coach Danny dan dimuat dalam Managers’ Scope edisi Desember 2017.