Selamat Datang Tahun Anjing Tanah

8 hal yang saya pelajari tentang leadership dari seekor anjing

featured image - tahun anjing tanah

Tahun Anjing Tanah

Beberapa hari menjelang Chinese New Year di Jakarta tahun 2018 ini, hujan mengguyur hampir setiap hari. Bahkan saat artikel ini ditulis, hujan mulai sejak subuh dan belum berhenti. Konon, hujan adalah pertanda hoki atau keberuntungan yang besar di tahun anjing tanah ini. Saya amin-kan saja untuk bisnis Anda semua.

Sebagai penyuka anjing, saya terdorong untuk mengupas bagaimana kita bisa belajar banyak hal tentang leadership dari seekor anjing. 

Kami sekeluarga memelihara lima ekor anjing di rumah. Moco adalah seekor Golden Retriever yang setia, sedangkan Lubas, Louise dan Ika adalah Shih Tzu yang bawel tapi riang. Yang terakhir adalah Molly, seekor anjing kampung yang jago menangkap tikus.

Dalam menyambut Tahun Anjing Tanah, ini adalah delapan hal yang saya temukan:

1 Setiap hari adalah hari yang baru

Anjing adalah hewan yang setia dan pemaaf. Sekalipun kemarin baru saja diomeli atau bahkan dipukul, ia tetap menyambut kita di pagi yang baru dengan ekornya yang dikibaskan. Ia tidak menyimpan dendam dan membawa masalah kemarin ke hari yang baru. Sekarang bayangkan kalau kita pun melakukan hal yang sama: tidak mengungkit-ungkit kesalahan orang di masa lalu dan mengubur semangat hari ini karenanya?

2 Gigih dan cepat mengejar tujuan

Cobalah ajak seekor anjing bermain lempar bola, ia akan mengejar bola itu walau perlu merangsek ke kolong-kolong meja yang sempit. Kegigihannya akan semakin menjadi bila yang Anda lempar adalah makanan. Anjing sangat gigih, mencari tahu apa yang mereka inginkan dan mengejarnya dengan ulet. Sekarang bayangkan kalau kita pun melakukan hal yang sama: tahu apa yang kita mau dan benar-benar mengejarnya walau perlu melakukan hal-hal yang tidak nyaman untuk kita lakukan.

3 Menggunakan kekuatan untuk mencapai tujuan

Salah satu kekuatan dari seekor anjing adalah indera penciumannya. Jadi bila apa yang ia cari tersembunyi, ia akan menggunakan penciumannya untuk menemukan hal itu dan kemudian menggalinya keluar. Saya sadar saya perlu sekali belajar dari seekor anjing tentang hal ini: saya sering mengubur kekuatan (skill/ilmu) saya karena tidak nyaman melakukannya.

Misalnya, saya kuat dalam menjual, namun tidak terlalu suka berinteraksi dengan orang lain. Padahal, kekuatan kita adalah hadiah yang diberikan Tuhan untuk mendekatkan kita pada tujuan. Bagaimana dengan Anda? Apa kekuatan Anda yang bisa Anda manfaatkan dan lebih sering gunakan untuk mencapai tujuan?

4 Jelas dalam Komunikasi

Walau anjing tidak bisa berbicara, tapi mereka tidak berkomunikasi dengan rumit. Louise, Shih Tzu kami, akan menggaruk pintu untuk minta masuk ke dalam kamar. Moco, Golden Retriever kami, akan menggonggong keras (catatan: ia jarang menggonggong) bila merasa hujan akan turun. Anjing berkomunikasi secara to-the-point, dan hal itu menutup terjadinya miskomunikasi.

Betapa saya jadi tersipu malu, menemukan saya sering membuat orang lain bingung dengan apa yang menjadi maksud saya sebenarnya. Atau bagaimana tim saya akan lebih terbantu bila ucapan-ucapan saya lebih konsisten sehingga lebih bisa dipahami.

5 Ingat Hachiko, Anjing yang Setia

Bila Anda pernah menonton Hachiko – Anda mungkin terharu melihat bagaimana seekor anjing bisa demikian setia pada pemiliknya. Bahkan sebuah patung perunggu didirikan di depan stasiun Shibuya Tokyo untuk menghargai kesetiaan Hachiko.

Kesetiaan adalah hal yang besar yang bisa kita teladani dari seekor anjing terkait kepemimpinan. Apalagi karena kesetiaan merupakan hal langka di zaman sekarang. Pemimpin yang mengkhianati timnya sendiri untuk kepentingan pribadi, manager yang mengkhianati ownernya demi uang dan jabatan di perusahaan lain.

Tindakan-tindakan seperti penggelapan uang perusahaan; keluar dan bekerja untuk (menjadi) kompetitor; sampai ke bedol desa atau membajak karyawan lain untuk keluar bersama ke perusahaan kompetitor. Seandainya mereka bersedia menonton film Hachiko dan belajar tentang kesetiaan dari seekor anjing.

6 Empati

Entah mengapa, tapi saya sering menemukan Moco paham bila saya sedang sedih. Moco bisa jadi teman curhat yang baik. Ia bisa duduk di depan saya sambil menatap saat saya bercerita tentang kekesalan saya. Ia tidak memotong pembicaraan, walau ada orang lain lewat membawa makanan (yang bisa menggoda fokusnya)

Ah, saya jadi menyesal kalau saya tidak sebagus Moco saat mendengarkan tim saya meminta saran. Yang ada, saya malah sering memotong – menganggap diri saya sudah tahu apa yang tim saya perlukan. Atau saya malah sibuk mengerjakan hal lain saat mendengarkan.

Adakah Anda merasakan hal yang sama dengan saya?

7 Berani Membela

Anjing yang jinak pun akan berani membela majikannya bila ada yang mengganggu, itu termasuk anjing yang berukuran kecil seperti Shih Tzu. Mulai dari menggonggong, sampai menyerang untuk membela majikannya.

Sebaliknya tidak jarang kita yang manusia suka mengkambinghitamkan tim di depan customer atau orang lain. Atau malah kita menjelek-jelekkan atasan kita di depan orang lain.

8 Melatih Kedisiplinan

Bagian ini adalah pengakuan saya pribadi. Saya itu mudah tidur tapi susah untuk bangun tepat waktu. Alarm tidak banyak membantu. Akan tetapi gonggongan anjing bisa membuat saya mau tidak mau bangun di pagi hari. Anjing adalah hewan yang hidup dengan habit atau kebiasaan. Jadi gonggongan tiap pagi di rumah saya adalah sesuatu yang bisa saya andalkan.

Di sisi lain, saya menemukan diri saya sukar melatih kedisiplinan tim saya, karena saya pun tidak disiplin. Saya lebih cenderung hidup dengan mood, bukan habit. Jadi untuk bisa melatih kedisiplinan tim, saya perlu membiasakan diri tertib sehingga tim bisa saya latih untuk tertib juga.

Talk-it Over

Dari delapan hal yang saya temukan tentang leadership dari seekor anjing, yang mana yang paling berkesan untuk Anda? Mengapa?

Bagi Anda yang merayakan Imlek, saya mengucapkan:

pelatihan-service-excellence

Subscribe and Download Your FREE E-Book