Return on Equity

Mengapa ROE Penting dan Cara Menghitungnya

Bila Anda memiliki beberapa unit bisnis atau cabang, dan ingin mengetahui cabang mana yang paling efisien dalam menghasilkan profit, maka Return on Equity atau ROE akan membantu Anda.

return on equity - featured image

Pada dasarnya, Return on Equity mengukur berapa banyak profit yang dihasilkan sebuah unit usaha dari modal yang ditanamkan oleh pemegang saham. Dengan menggunakan ratio Return on Equity, atau ROE, Anda bisa mengukur kinerja manajemen dan tim dari unit-unit bisnis Anda dengan lebih objektif.

Bagaimana cara menghitung ROE?

Bila Anda memiliki laporan keuangan dasar, seperti laporan laba rugi, neraca dan cashflow, menghitung Return on Equity tidak terlalu rumit untuk dihitung.

Singkatnya, cara menghitung ROE adalah dengan membagi profit bersih (net profit) dengan modal pemegang saham (shareholder equity). Hasil ROE adalah dalam persentase (%).

formula Return on Equity

Profit bersih bisa Anda ambil dari laporan laba rugi; sementara modal pemegang saham ditarik dari neraca dengan mengambil total aset (aktiva) dikurangi total kewajiban (hutang).

Sebagai Contoh

Seorang pengusaha memiliki 3 cabang toko. Toko pertama menghasilkan laba bersih Rp 200,000,000; sementara laba bersih toko kedua dan ketiga masing-masing Rp 240,000,000 dan Rp 350,000,000. Dalam neraca periode terhitung, modal pemegang saham toko pertama dan toko kedua adalah Rp 1 Milyar per toko. Modal pemegang saham toko ketiga adalah Rp 2 Milyar.

Maka ROE untuk periode terhitung, misalnya tahun 20XX tersebut adalah sebagai berikut:

  • ROE Toko 1: 20%
  • ROE Toko 2: 24%
  • ROE Toko 3: 17,5%

Apa artinya ROE dari contoh di atas?

Return on Equity dari contoh di atas menunjukkan bahwa untuk periode terhitung, Toko Kedua (ROE 24%) lebih berhasil untuk bertumbuh dengan lebih efisien. Dengan kata lain, manager atau direktur Toko Kedua mampu mengelola keuangan modal yang telah disetor tanpa pemegang saham perlu menanamkan lebih banyak modal kembali. Bisa jadi, ROE tersebut juga menandakan pengelolaan keuangan yang efektif sehingga Toko Kedua tidak perlu mencari pembiayaan/ hutang untuk operasional bisnisnya.

Contoh ROE di atas pun menunjukkan bahwa Toko Ketiga merupakan unit bisnis yang paling tidak efisien dibanding dua unit lainnya.

Baca juga  Apakah Bisnis Anda Impas, Untung atau Rugi?

Baca juga: Apakah Bisnis Anda Impas, Untung atau Rugi?

Apa standar yang perlu saya targetkan dalam ROE?

Pada umumnya, semakin besar ROE dari sebuah unit bisnis, maka semakin baik profitabilitas unit bisnis tersebut. Bila Anda rutin dalam menghitungnya (misalnya, setiap semester atau setiap tahun), maka Anda bisa menentukan minimal target ROE untuk setiap cabang untuk disebut sukses – serta membuat keputusan-keputusan strategis terkait unit-unit bisnis tersebut.

Talk-It-Over

Dari pengalaman Coach Danny, perusahaan-perusahaan dengan ROE 15-20% adalah perusahaan yang cukup stabil dan kondusif dalam perkembangan bisnisnya. Bagaimana dengan ROE perusahaan Anda?

Baca juga: Seberapa Sehat Hutang Bisnis Anda?