Pemikiran Seth Godin: The Fremen Principle

seth godin - the fremen principle

Pemikiran Seth Godin: The Fremen Principle

Bila Anda ingin tahu bagaimana bekerja dengan sumber daya yang terbatas, atau dengan cara yang sama sekali baru – carilah populasi yang tidak memiliki kemewahan banyaknya pilihan.

Sebagai contoh, tentu saja Harvard dan sejenisnya kelabakan dengan pembelajaran jarak jauh. Mereka memiliki pengalaman empat ratus tahun memberikan kuliah, ceramah, akreditasi secara tatap muka. Sementara itu, tim kecil kami di Akimbo jauh lebih baik terkait pembelajaran online, karena kami tidak memiliki kemewahan pilihan-pilihan yang dimiliki Harvard dan kawan-kawannya.

Bukan hal yang mengejutkan bila perusahaan-perusahaan otomotif Amerika kesulitan merancang mobil-mobil kecil yang hemat bahan bakar. Itu karena DNA bisnis mereka adalah tentang jalan-jalan lebar, bahan bakar yang murah, dan pasar yang senantiasa bertumbuh. Perusahaan-perusahaan otomotif Jepang berhasil karena tidak memiliki kemewahan pilihan yang dimiliki para produsen mobil Amerika.

Dan koki yang terbiasa berbelanja di supermarket kekinian akan bingung saat tidak banyak yang bisa mereka pilih sebagai bahan baku memasak. Seorang nenek dari Itali jauh lebih bisa berinovasi tentang bahan dan bumbu masakan di saat-saat tersebut.

Kesimpulannya?

Saat kita memiliki banyak pilihan, kita cenderung berkompromi daripada komit dengan sebuah strategi. Saat kita terbatas sumber dayanya, kita akan menjadi mahir mengoptimalkan realitas yang ada.

Catatan

FREMEN adalah suku rekaan di planet gurun bernama Arrakis, yang hidup dengan kelangkaan air.

Sumber

Ide Pivot Marketing di tengah Krisis, klik:

featured image - pivot marketing di tengah resesi akibat wabah corona