Menentukan Produk yang akan Dijual

Apakah Anda menjual produk yang dicari pasar?

Waktu baca: 3 menit

Menentukan produk yang akan dijual | Ide-Bisnis.com

  • Kenali gambaran besarnya
  • Tinggalkan Ego Anda di luar bisnis
  • Idenya Bagus, tapi Apa Bisa Terjual?

Apakah produk yang sedang Anda pertimbangkan saat ini akan membawa Anda ke produk yang laris terjual? Menentukan produk yang akan dijual adalah pertanyaan yang paling sulit untuk dijawab oleh para pemilik bisnis – apalagi dengan konsep bisnis patungan. Bisa jadi setiap hari Anda menanyakan hal tersebut, dan tidak pernah ada jawaban yang mudah.

idenya bagus tapi apa bisa terjual

Bahkan bagi Anda pemilik bisnis yang telah bertahun-tahun membangun usaha, perluasan jenis produk dari produk yang selama ini Anda jual belum tentu berhasil laris. Kita tidak bisa memprediksi masa depan dengan baik. Namun, Anda bisa melakukan dua langkah penting ini dalam membangun proses pemeriksaan ide produk yang mau Anda jual. Tujuannya: menemukan produk yang lebih mudah terjual, dan membuang ide produk yang buruk.

Kenali Gambaran Besarnya: Keinginan Customer

Menentukan produk yang akan dijual tidak cukup hanya dengan mengenali adanya “kesempatan”. Anda perlu memulai proses pemilihan produk yang akan laris manis di pasar dengan gambaran akhirnya.

Artinya, Anda perlu memikirkan bagaimana produk tersebut akan memenuhi harapan customer. Sebagai contoh: pengusaha software akuntansi perlu mempertimbangkan bagaimana software buatannya akan selaras dengan keinginan customer. Dengan kata lain, produk menyelaraskan dengan keinginan customer Рbukan disesuaikan dengan keinginan Anda sebagai inisiatornya.

Beberapa praktek berikut dapat membantu Anda dalam mengenali keinginan-keinginan customer atau pasar:

  1. Permintaan atau keluhan customer terkait produk saat ini
  2. Supplier Anda dengan produk yang baru mereka rilis
  3. Laporan atau update dari tim sales terkait hal-hal yang diinginkan customer dalam produk
  4. Berita atau pameran industri Anda.

Setelah mengenali keinginan-keinginan customer, Anda perlu melibatkan setiap pihak yang akan mengerjakan brand Anda: product designer, marketing, bagian logistik, dan sebagainya – dengan satu tujuan: memikirkan ulang setiap elemen dan tantangan yang dapat muncul sebelum produk tersebut dirilis ke pasar.

Mengenali keinginan customer dan proses teamwork dalam pengerjaan brand akan sangat menentukan bilamana produk Anda akan laris manis, atau sekedar menjadi stok slow-moving di gudang Anda.

Baca juga  Tips Manajemen Stress

Tinggalkan Ego Anda di Luar Bisnis

Saat ego berperan dalam menentukan product viability atau peluang pertumbuhan penjualan produk, maka menentukan produk yang akan dijual menjadi 100 kali lipat lebih sukar.

Tidak sedikit pemilik bisnis yang mengorbankan kesehatan keuangan perusahaannya untuk produk gagal yang terus dimotori oleh ego pemiliknya.

Pepsi memahami kesalahan itu dengan biaya yang sangat mahal, saat tahun 1993 mengeluarkan Crystal Pepsi dan selama bertahun-tahun Crystal Pepsi terjual hanya 1% dari keseluruhan penjualan Pepsi dan menggerus cashflow perusahaan.

Pada akhirnya Crystal Pepsi ditarik dari peredaran, dan David Novak pencetus Crystal Pepsi mengakui bahwa ia sebenarnya dapat menyelamatkan kredibilitas dan uang perusahaan bila saja ia mendengarkan mitra bisnisnya dan orang-orang lapangan. Novak mengatakan: “Saya tidak mau mendengarkan mereka. Saya mencoba membuat produk yang terjual secara nasional dan menjadi kebanggaan”.

Baca juga: Mengapa Crystal Pepsi Gagal? (walaupun Pepsi merilis ulang produk tersebut di 2019 di beberapa negara)

Prinsip ini masih tetap berlaku sampai sekarang. Tinggalkan ego Anda di luar bisnis, saat menentukan produk yang akan dijual. Harga yang perlu Anda bayar untuk memaksakan ego Anda adalah sangat mahal, dan itu bisa berarti:

  • mengorbankan aset Anda
  • mengorbankan biaya pendidikan/ kuliah anak Anda
  • mengorbankan keamanan finansial keluarga Anda
  • mengorbankan peningkatan kesejahteraan karyawan dan orang-orang yang mempercayakan hidupnya pada bisnis Anda

Penutup

Ada begitu banyak cara untuk menentukan produk yang akan dijual dan yang mana akan laris manis. Salah satunya adalah menilai bilamana produk tersebut akan mematikan produk Anda saat ini dan juga menentukan bilamana ada teknologi atau bahan baku yang lebih murah dalam produksi.

Tapi saya yakin bahwa langkah pentingnya dimulai saat Anda dan mitra bisnis Anda mulai meninggalkan ego di luar bisnis. Karena ide produk adalah ide produk – jangan terlalu berlebihan dalam berinvestasi dengan segera. Jujurlah dalam menilai ide produk tersebut dan pertimbangkan realita pasar yang ada di depan Anda.

Dari dua langkah menentukan produk yang akan dijual di atas, yang mana paling cocok untuk Anda pelajari ulang?

Chat Coach Danny di sini untuk konsultasi peluang produk Anda dari sudut pandang prinsip bisnis, marketing, sales dan operasional.