Generational Tension at Workplace

Bagaimana menjembatani konflik antara tim senior dan junior dalam bisnis Anda

Generational Tension at Workplace

Beberapa bulan yang lalu, salah satu klien saya bercerita bahwa perusahaannya baru merekrut beberapa manager untuk pengembangan bisnisnya. Departemen SDM-nya merekrut orang-orang pandai dan berkompeten dalam bidangnya; dan hal itu membuat klien saya tersebut sangat antusias dalam membawa bisnisnya ke next level.

Namun beberapa hari lalu, beliau mengeluh bahwa manager-manager baru tersebut ‘kandas’ di tengah jalan. Banyak di antara mereka menyerah dan mengundurkan diri.

Ketika beliau dan saya berdiskusi bersama dengan manager SDM, beberapa hal diyakini menjadi penyebabnya, namun semua seperti bermuara kepada ketegangan persaingan antara manager-manager baru tersebut sebagai generasi baru dan staf-staf yang mereka pimpin.

Manager-manager baru banyak yang mengeluh bahwa mereka merasa ‘tidak dianggap’ oleh staf-staf mereka yang notabene jauh lebih senior (baca: sudah bekerja lebih lama) di perusahaan tersebut. Seringkali dilangkahi oleh para staf langsung ke pimpinan.

Dan ketika diperhadapkan dengan keluhan ‘the new dream team’ dan juga aspirasi serta jasa para staf senior, klien saya hanya bisa geleng-geleng kepala, karena masalah tersebut tidak pernah dia pikirkan akan sampai demikian serius sebelumnya.

Strong Leadership: Passion and Responsibility

Business leaders, membentuk sebuah winning team untuk bisnis Anda adalah pekerjaan yang tidak mudah, namun tidak mustahil. Seringkali pemilik bisnis mempekerjakan professional untuk menempati posisi-posisi manajerial dengan keyakinan bahwa bakat dan pengalaman kerja para professional tersebut akan cukup untuk menggerakkan roda perkembangan bisnis yang diinginkan.

Akan tetapi, yang seringkali dilupakan adalah bahwa untuk membangun sebuah winning team, selalu diawali dengan strong leadership (kepemimpinan yang kuat). Strong leadership berarti sebagai pemilik bisnis, Anda tidak cukup hanya memiliki passion and ambition untuk memiliki sebuah winning team. Anda terpanggil juga untuk sebuah responsibility atau tanggung jawab.

Apa yang Coach maksud dengan responsibility?

Responsibility yang dimaksud adalah untuk hadir memimpin team Anda sampai mereka terlatih untuk bekerja dengan prestasi. Tidak jarang pemilik bisnis merekrut terlalu cepat, menempatkan orang terlalu cepat dan membiarkan tim lama (yang Anda keluhkan kinerjanya) untuk ‘melatih’ cara kerja tim baru tersebut.

Dengan kata lain, responsibility berarti Anda dan saya membangun habit/ budaya kerja yang selama ini kita hanya bisa impikan (dan bicarakan) melalui: kehadiran, komunikasi dan coachingResponsibility berarti Anda:

  • tidak “menghilang” dari bisnis saat tim baru Anda baru masuk kerja. Saya suka menemukan pemimpin bisnis yang cuti liburan bersamaan dengan masuknya direct report mereka. Hasilnya, tim baru kebingungan akan tanggung jawab dan prioritas yang perlu mereka lakukan.
  • tidak pelit dalam informasi dan komunikasi. Saya paham kita pun memiliki pekerjaan kita sebagai pemilik bisnis, dan itu sering membuat kita lebih suka bekerja sendiri di ruangan kantor kita. Sebagian Anda mungkin sibuk mengorder barang ke supplier LN, atau sibuk melobi membuat konsep marketing yang lebih efektif. Namun, penting untuk dipahami bahwa informasi dan komunikasi adalah peta yang memandu tim Anda ke arah yang Anda inginkan. Secara teratur lakukanlah meetingbriefingbrainstorming, atau apa pun namanya. Komunikasi akan memastikan tim Anda tidak nyasar saat mewujudkan goal bisnis Anda.
  • tidak lepas tangan dari membangun habit tim. Pernahkah Anda merasa ‘kecolongan’ terkait kinerja tim? Tanpa sadar tim Anda sudah melewati masa percobaan, namun banyak sekali hal yang tidak Anda suka dari cara kerjanya? Bila ya, mari ubah arah. Gunakan momen komunikasi (dalam aspek responsibility yang dibahas sebelumnya) untuk membangun habit tim.

Jembatan WIN/WIN

Kembali ke tantangan generational tension, ada satu solusi yang saya tawarkan: jembatan Win/Win. 

Jembatan WIN/WIN mencoba untuk menjelaskan pada setiap anggota team, termasuk generasi baru dan lama, di sebuah perusahaan bahwa semua bagian memiliki common goal (tujuan yang sama). Dan untuk mencapai tujuan yang sama itu, kedua belah pihak akan dapat memperoleh win (keuntungan) masing-masing.

Dan nature dari win/win adalah bahwa saat saya mengizinkan pihak lain untuk win saat ini, saya dimampukan untuk meraih win saya kemudian dan berkesinambungan seterusnya.

Bila Anda adalah seorang pemimpin muda, yang perlu menjadi pertanyaan dalam menemukan win Anda adalah: win apakah yang perlu saya izinkan dimiliki oleh team saya sebelum saya memperoleh win saya?

Saya pun memberikan beberapa tips untuk para pemimpin muda tentang generasi senior yang Anda hadapi:

  • Anda MEMBUTUHKAN generasi senior yang telah ada sebelum Anda.
  • Kebanyakan pemimpin muda gagal dalam karir kepemimpinan mereka karena “entitlement”. Entitlement adalah saat Anda merasa berhak mendapatkan sesuatu karena Anda telah berada di posisi tertentu. John Maxwell menuliskan bahwa berada di posisi kepemimpinan belum memberikan Anda izin untuk berpengaruh terhadap team Anda.
  • Karena perbedaan pola didik masa kini, dimana anak-anak sangat dilindungi dan dibantu dalam banyak hal, seringkali tanpa disadari pada saat Anda dewasa, Anda overestimate apa yang Anda bisa lakukan di jangka pendek, namun underestimate apa yang Anda bisa lakukan di jangka panjang. Jangan lupakan gambaran besar (jangka panjang) pada saat mengalami tantangan dan temukan mentor-mentor yang akan membuat Anda bertahan.
  • Cara satu-satunya untuk memperoleh WIN berupa respect (rasa kagum) adalah untuk memberikan WIN berupa honour (penghargaan). Menghargai generasi yang lebih senior secara terbuka mengizinkan Anda memperoleh pengaruh secara pribadi terhadap orang tersebut.

Bila Anda adalah seorang pemimpin senior, yang perlu menjadi pertanyaan dalam menemukan win Anda tetap sama; dan saya telah menyediakan juga beberapa tips untuk Anda telaah dan mudah-mudahan dapat memberikan inspirasi tentang apa yang perlu Anda lakukan:

  • Jangan kuatirkan, tolak atau hakimi team muda Anda, namun percayai dan invest dalam diri mereka.
  • Bila Anda masih bernafas, artinya Anda masih berhak untuk belajar menjadi pemimpin yang relevan dan lebih efektif.
  • Waktu kita mendelegasikan tugas, Anda menciptakan pengikut. Namun waktu Anda mendelegasikan otoritas bersama dengan tugas, Anda menciptakan pemimpin-pemimpin baru. Ini bisa jadi adalah WIN yang perlu Anda berikan untuk memperoleh WIN yang Anda inginkan.
  • Nikmati musim kepemimpinan yang Anda miliki saat ini, jadilah diri Anda sendiri di masa kini, karena Anda bisa menang di masa kini juga (bukan hanya di masa lalu).
  • Ketahuilah bahwa team muda Anda adalah berbeda, bukannya salah.

Business leaders, untuk mengembangkan bisnis, Anda perlu mengembangkan team Anda. Memang waktu Anda mengembangkan team dengan cara-cara yang lebih professional, akan ada kemungkinan orang-orang yang tidak setuju dengan Anda akan keluar – namun, tanpa mengembangkan team, maka baik orang-orang yang setuju dan tidak setuju sama-sama akan tetap tinggal.

Selamat membangun jembatan WIN/WIN dengan team Anda, dan selamat membawa perubahan dengan semangat dan tanggung jawab.

pelatihan-service-excellence

Subscribe and Download Your FREE E-Book