Breakthrough Factors – Part 1

[shareable]’Saya mau berhenti berbisnis. Saya jumpalitan untuk mendapatkan customer. Saya mulai kehabisan uang. Saya mau menyerah…'[/shareable]

Seringkali kita kehilangan arah dalam kesibukan bisnis kita hari demi hari. Tentunya sukar untuk jadi bersemangat bila bisnis yang seharusnya menjadi time and financial freedom yang kita dambakan malah menjadi rutinitas yang menekan dan membosankan di kantor.

Entah angka dalam bisnis Anda sedang naik atau turun, saat ini Anda mungkin tengah mengalami ketidaknyamanan atau masih merasakan dampak resesi ekonomi yang belum sepenuhnya kembali normal.

Dalam benak Anda pertanyaan “apa yang saya bisa lakukan untuk bertahan” mungkin terlintas.┬áNamun, bagaimana bila saya meminjamkan pertanyaan “apa yang bisa Anda lakukan untuk menerobos dan bangkit?”

Breakthrough

Kata “breakthrough” atau terobosan didefinisikan sebagai tindakan menerobos hambatan. Kata tersebut juga sering digunakan dalam dunia militer sebagai serangan militer yang menembus batas wilayah musuh; atau juga dalam dunia medis sebagai penanda kemajuan pengetahuan terkait penyembuhan penyakit kronis.

Menerapkannya dalam dunia bisnis dan kepemimpinan, breakthrough berarti Anda memutuskan untuk menghadapi masalah yang selama ini membuat Anda hanya bertahan (coping) menjadi inovasi yang menyelesaikan (resolving).

[shareable]Breakthrough berarti Anda berani bertindak menghadapi hambatan (bottleneck) yang selama ini hanya bisa Anda keluhkan.[/shareable]

Dan untuk bisa bertindak, Anda perlu mendapat 3C: clarity, courage dan commitment.

Breakthrough follows

Untuk membantu Anda memulai breakthrough dalam bisnis Anda, ada empat area yang bisa Anda telaah dan adopsi dalam perjalanan Anda memimpin bisnis osta geneerinen levitra. Kiranya empat ulasan singkat ini memberikan Anda clarity, courage dan commitment untuk menerobos dan mengalami breakthrough yang Anda berhak dapatkan.

[callout]Untuk kenyamanan Anda membaca, Anda akan membaca 2 dari 4 Breakthrough Factors dalam artikel ini. Anda bisa melanjutkan membaca 2 faktor berikutnya di artikel selanjutnya. Terima kasih.[/callout]

breakthrough follows a breakdown

Breakthrough follows a break-down

Kebanyakan stagnasi bisnis yang ada berasal dari kekagetan dari sang pemimpin bisnis saat melihat betapa cepatnya industrinya berkembang dan bahwa ia terlambat menandinginya.

Yang saya maksud adalah penundaan demi penundaan yang menyebabkan Anda tertinggal jauh dari kompetitor lama Anda, atau bahkan dari kompetitor startup yang baru buka beberapa bulan lalu.

Lalu Anda kaget dan menggunakan terlalu banyak waktu untuk mereka-reka mengapa Anda bisa tertinggal. Dan itu membuat Anda makin terjebak dalam kerumitan ragam solusi yang ada. Anda mungkin berpikir untuk menyalahkan nasib untuk kondisi bisnis Anda saat ini.

Akan tetapi Anda (bisa) memilih jalan yang lebih baik: memilih untuk melakukan break-down masalah-masalah yang ada.

Dengan berani dan jujur Anda mulai menginventaris masalah-masalah yang Anda hadapi; lalu memisahkan mereka pada kategori-kategori yang tidak saling tumpang tindih. Anda juga mulai memperhatikan angka-angka bisnis yang selama ini mungkin Anda selalu hindari karena “Anda tidak suka angka”.

Anda pun menjadi lebih jelas tentang apa yang menjadi “bottleneck” dan berani mengambil langkah untuk menyelesaikannya. Setelah beberapa bulan, tanpa Anda sadari – Anda telah menerobos (breakthrough) masalah-masalah yang selama ini hanya bisa Anda keluhkan dan menaklukkannya.

breakthrough follows a break-apart

Breakthrough follows a break-apart

Bila ada hal lain yang menyebabkan stagnasi dalam bisnis adalah “good habit” yang efektif di masa lalu yang tidak lagi efektif di masa kini.

Anda merasakan bisnis Anda masih berjalan tapi lebih lambat dari kompetitor-kompetitor yang ada. Perasaan Anda seolah menunjukkan ada strategi atau cara kerja yang sudah tidak cocok pada tempatnya lagi. Nurani Anda merasa perlunya peningkatan dari apa yang biasa Anda dan perusahaan Anda lakukan.

Namun ya, alasan demi alasan selalu muncul, dan ini alasan yang paling sering muncul dan menghentikan Anda: “yang penting stabilitas”. Anda kembali tergoda untuk menyalahkan kembali nasib untuk kondisi yang Anda hadapi.

Akan tetapi, Anda (bisa) memilih jalan yang lebih bermanfaat di jangka panjang. Anda memilih untuk ‘break-apart‘ dengan masalah yang Anda hadapi.

Dengan berani walau kuatir, Anda memilih untuk mematikan (break-apart) produk yang selama ini paling menyita waktu dan membuat perusahaan Anda sekedar kerja rodi tanpa profit yang baik.

Anda juga berani untuk menghentikan cara pembukuan yang efektif saat bisnis Anda baru punya 1 (satu) cabang 10 tahun lalu dan menggantikan dengan sistem akuntansi yang lebih modern untuk 5 (lima) cabang yang Anda miliki saat ini – walau Anda tahu Anda dan tim perlu kerja keras untuk belajar ulang.

Anda melakukan break-apart dengan rasa takut, tetapi Anda memilih tetap melakukannya dengan “do it scared” (baca: lakukan walau takut).

Setelah beberapa bulan, Anda menemukan bahwa kegeniusan Anda sebagai pengusaha, keberanian Anda sebagai pemimpin dan pengalaman perusahaan Anda telah menerobos dan menaklukkan hal-hal/ cara-cara “kadaluarsa” yang selama ini hanya sibuk Anda hindari demi alasan “stabilitas”. Anda pun tersenyum pada akhirnya.

Penutup

Breakthrough – menerobos masalah dan menaklukkannya, mungkin adalah hal terakhir yang ada di pikiran Anda setelah bertahun-tahun hanya bermain bertahan.

Akan tetapi, dengan kejelasan, keberanian dan komitmen, breakthrough adalah hak Anda dalam bisnis. Dua hal di atas kiranya membantu Anda melakukan evaluasi awal untuk akhirnya bertindak. Baca dua hal berikutnya di sini.

Selamat menerobos!

Tagged under: , , , ,

Back to top