Belajar dari Mahatma Gandhi

Be the change you want to see in the world

Mahatma Gandhi mengatakan ini, “Be the change you want to see in the world“. Sebuah ucapan bijak yang mempengaruhi begitu banyak pemimpin yang berhasil mengubah arah organisasi mereka.

mahatma-gandhi-2017

Dan untuk menerapkan ucapan Gandhi tersebut dalam bisnis dan organisasi kita, saya mau menambahkan ini: “Jadilah perubahan yang Anda ingin lihat dalam bisnis Anda“. Dengan kata lain, bila Anda tidak suka budaya kerja dari departemen, divisi atau perusahaan Anda, mulailah dengan mengubah diri Anda:

  • Set sebuah standar baru untuk Anda.
  • Biarkan kata-kata Anda menjadi sebuah kenyataan.
  • Mengubah cara Anda memimpin adalah hal paling strategis yang bisa Anda lakukan untuk mengubah arah bisnis Anda.

Tim Anda akan meniru Anda

Tanpa Anda sadari, cara Anda memimpin akan mempengaruhi cara karyawan Anda bekerja. Karyawan Anda akan mengadopsi sifat-sifat Anda, kebiasaan-kebiasaan Anda. Bahkan bila kepribadian Anda cukup dominan, karyawan Anda akan meniru cara Anda bersikap.

Kisah klien A

Beberapa tahun lalu, saya mendapat kesempatan mengobservasi bagaimana seorang klien saya memimpin stafnya dalam sebuah rapat. Mari kita sebut pengusaha ini sebagai klien A. Saya terkesima melihat bagaimana karyawan-karyawannya benar-benar meniru cara klien saya bersikap:

  • Klien saya datang terlambat, dan demikian pula sebagian besar stafnya.
  • Klien saya tidak siap dengan agenda yang mau dibahasnya, stafnya juga tidak siap dengan data atau ide.
  • Klien saya mudah defensif saat mendapat masukan, demikian pula para stafnya.
  • Klien saya bercerita panjang lebar dalam meeting, stafnya pun melakukan hal yang sama saat ditanyai tentang hasil penjualan, penagihan dan produksi.
Yang menarik adalah: apa yang saya amati dalam meeting tersebut adalah hal-hal yang biasanya dikomplain pengusaha tersebut tentang karyawannya. Hanya, beliau tidak menyadari bahwa kepemimpinannya yang mempengaruhi cara karyawannya bersikap

Kisah Klien B.

Sebaliknya, pengusaha B berhasil mengubah cara karyawannya bersikap dengan mengubah caranya memimpin. Saya mengamati hal-hal ini dalam kepemimpinan bisnisnya:

  • Klien B ini hadir meeting ontime (bahkan dia pernah gunakan ojek agar bisa ontime), dan karyawannya sudah standby saat meeting dimulai.
  • Klien B jelas dengan agenda yang mau dibahasnya dalam meeting, dan karyawannya sudah siap dengan info dan laporan yang diperlukan.
  • Klien B ramah dan senang bercengkrama sebelum meeting namun tampak tegas serta professional selama meeting, demikian pula karyawannya.
  • Klien B mengelola meetingnya dengan membahas KPI yang sederhana dan konsisten, dan (kalau Anda mengobvervasi meetingnya juga, Anda akan melihat bahwa) karyawannya tidak sibuk bercerita untuk menghindari tanggung jawab.
Baca juga  Saat Bisnis Sedang Sepi

Belajar (leadership) dari Mahatma Gandhi berarti…

Belajar leadership dari Mahatma Gandhi berarti Anda dan saya tulus mengevaluasi kepemimpinan kita, dan bertanya: “Apakah cara saya memimpin telah memberikan alasan bagi karyawan saya untuk meneladani saya dalam hal-hal yang salah?”

Pertanyaan di atas tentunya membutuhkan kepemimpinan yang dewasa untuk bisa berhasil dijawab dengan apa adanya. Tidak jarang kita menemukan pemimpin bisnis yang lebih memilih membela ego mereka, dibandingkan membela bisnis mereka.

Anda mudah menemukan mereka, yakni pengusaha yang bisnisnya tidak berkembang dan memiliki segudang alasan mengapa mereka tidak bisa sukses.

Pada akhirnya, business leaders, Anda adalah teladan bagi para karyawan Anda. Tindakan Anda berbicara lebih lantang daripada kata-kata Anda. Oleh sebab itu, penting untuk Anda memperhatikan cara Anda memimpin dan bersikap. Anda adalah teladan nyata yang dilihat oleh karyawan Anda terkait keseriusan visi Anda.

Talk-It Over

Bila karyawan Anda meniru Anda dalam hal-hal yang salah, apakah Anda happy dengan kinerja mereka?

Dalam evaluasi Anda yang tulus tentang kepemimpinan Anda, apa 5 (lima) hal yang biasa Anda keluhkan tentang tim dan ternyata Anda juga melakukannya?

Butuh ide untuk bisnis Anda? Baca saja Ide-Bisnis.com 

Bantu kami share artikel ini ke Facebook Anda yuk. Terima kasih.