Cara Merekrut Sales

3 Mitos yang Menyusahkan dan 2 Tips yang Memudahkan

featured image - cara merekrut sales

http://www.negocioseninternetrentables.com/flomance/2573 Kualitas karyawan Anda membuat perbedaan. Demikian pula kualitas sales Anda terhadap pertumbuhan bisnis Anda. Karyawan yang berkualitas akan membuat Anda merasa siap menaklukkan dunia; sementara karyawan yang lemah akan membuat Anda malas datang ke kantor dan ragu untuk merencanakan hal-hal baru dalam bisnis Anda.

Khususnya tentang dunia sales, kualitas sales Anda menjadi salah satu faktor penentu bilamana produk/ jasa Anda diterima dengan baik atau tidak oleh pasar. Anda bisa memiliki produk yang hebat, strategi penjualan yang ciamik, atau brand yang kuat; namun bila kualitas tim sales Anda tidak cocok dengan pasar yang Anda tuju, Anda perlu bersiap-siap menelan kekecewaan akan hasilnya nanti.

Susahnya Merekrut Sales

Merekrut sales lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Saya perlu mengakui hal itu juga. Dan dari pengalaman saya membantu para pengusaha merekrut tim sales mereka, tiga hal ini menjadi faktor kesusahannya.

Pertama, kurangnya minat pencari kerja akan posisi sales

Menjadi sales umumnya menjadi pilihan terakhir bagi para pencari kerja. Lebih banyak orang yang mau menjadi admin dan bekerja di belakang meja daripada menjadi sales dan bertemu dengan banyak orang (dan kesempatan).

Kedua, kebanyakan perusahaan sudah jenuh untuk merekrut sales dengan seksama.

Dampak langsung dari kejenuhan ini adalah perusahaan Anda memiliki sales-sales yang penjualannya bahkan tidak bisa membayar gaji mereka sendiri; tetapi Anda ragu untuk mengeluarkan mereka. Alasan yang paling sering didengar adalah ini: susah cari sales lagi, dan mereka masih ada gunanya untuk bantu-bantu.

Ketiga, mitos yang keliru yang dimiliki pengusaha tentang orang sales.

Bila mitos-mitos ini menjangkiti Anda, merekrut sales akan menjadi lebih rumit dari biasanya. Mitos-mitos tersebut adalah:

  • cupidon rencontre montreal Tim penjualan tanpa turnover itu baik. Hal ini keliru, karena untuk membangun tim sales yang berkinerja tinggi, Anda perlu menerapkan budaya bahwa yang lamban perlu digantikan dengan yang lebih cepat. Sebagai pemimpin bisnis, Anda perlu menghargai result lebih dari umur bekerja bila terkait dengan tim sales. Bahkan http://acesexyescorts.com/?merifestos=rencontres-kehl&696=2d Jack Welch, mantan CEO General Electric menyarankan untuk mengeluarkan 10% sales yang paling tidak perform setiap tahunnya. Saya sendiri, meminjam istilah US Marine, mengusulkan moto ini saat Anda memimpin tim sales Anda:
  • rencontre recherche femme Mencari sales yang bisa menjual semua jenis produk Anda. Di zaman sekarang, mengharapkan seorang sales Anda bisa menjual semua jenis produk Anda atau cocok untuk melayani semua customer Anda itu serupa dengan mengharapkan seorang dokter umum bisa mengobati semua jenis penyakit. Era masa kini membutuhkan kejelian Anda untuk mencocokkan individu tertentu dengan jenis produk atau jenis customer yang perlu ia garap.
  • see this page Berharap terlalu lama pada individu yang salah. Orang yang ramah belum tentu cakap berjualan. Orang yang menguasai produk belum tentu mahir menjual. Anda perlu bisa membedakan bilamana seorang sales adalah seorang “pemburu” atau sekedar “penjaga kebun binatang”. Seorang pemburu sadar bahwa ia perlu mendapatkan buruan untuk bisa tetap makan, dan implikasinya adalah bisnis Anda akan mendapatkan banyak customer baru. Sementara itu, seorang penjaga kebun binatang akan cepat puas bila bisa melayani dan umumnya cuma berharap ini: yang dilayani bisa berinisiatif mengorder atau memberikan referensi.

Mudahnya Merekrut Sales

Merekrut sales akan menjadi sesuatu yang mudah bila Anda melakukannya dengan kesengajaan. Artinya, Anda sengaja melakukannya karena hal itu penting, walaupun belum tampak mendesak.

Dan bila Anda pernah berencana merekrut sales, tapi telah menunda berbulan-bulan untuk bertindak, kiranya dua tips ini akan membantu Anda kembali bersemangat melakukannya.

Tips 1: Rutinlah Mengiklankan Lowongan Sales Anda

Seperti kebiasaan sales yang hebat untuk memiliki banyak database prospek yang bisa difollow up, demikian pula strategi merekrut sales yang efektif. Anda perlu memiliki prospek-prospek kandidat sales yang bisa Anda hubungi untuk interview.

Perlu Anda ingat di sini bahwa peminat posisi sales tidak banyak. Oleh sebab itu, bayangkan Anda tengah memperebutkan segelintir orang-orang berjiwa sales dengan perusahaan-perusahan lain, termasuk dengan para kompetitor Anda. Apakah Anda mau perusahaan-perusahaan tersebut mendapatkan pelamar terbaik dan Anda mendapatkan sisa yang tidak berkualitasnya?

Tips 2: Rutinlah Menginterview Calon Sales

Tentukan jadwal-jadwal rutin untuk menginterview calon sales Anda. Kata kuncinya di sini adalah proaktif. Anda hanya perlu menjadwalkan beberapa jam setiap dua minggu, atau setiap bulan untuk menginterview.

Catatan penting untuk kita di sini adalah: interview calon sales tidak perlu selalu berakhir dengan direkrutnya calon tersebut. Interview calon sales hanya perlu membantu Anda memiliki gambaran lebih jelas tentang potensi rekrutmen sales Anda.

cherche celibataire Misalnya:

  • Tanggal 8 Sep 2017: Ada 20 calon sales, 10 orang yang datang interview, dan 4 orang berkualitas.
  • Tanggal 15 Sep 2017: Ada 20 calon sales, 8 orang datang interview, dan 3 orang berkualitas.

Itu berarti dari dua interview, Anda memiliki tujuh calon sales berkualitas yang bisa Anda garap di interview berikutnya. Dengan demikian pula, Anda akan lebih yakin untuk “COACH OUT” tim sales yang tidak perform berbulan-bulan – apalagi bila skill sales yang tidak perform itu tidak bedanya dengan skill sales baru nanti.

Dengan kesengajaan, merekrut sales menjadi lebih dalam kendali Anda. Kebalikannya juga benar, dengan menunda-nunda, hal yang mudah akan menjadi sukar nantinya. Saya percaya Anda akan memilih yang benar untuk dilakukan.

Selamat merekrut sales Anda!

Coach Danny

Baca juga: 3 Pertanyaan Interview Penting Saat Merekrut Sales

Talk-It Over

  • Kapan terakhir kali Anda memiliki rencana untuk merekrut sales?
  • Apa yang membuat Anda mau melakukannya?
  • Bila Anda belum melakukannya sampai saat ini, apa yang menghentikan langkah Anda untuk melakukannya?

Butuh ide untuk bisnis Anda? Baca saja Ide-Bisnis.com